Aku Ingin

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

(Sapardi Djoko Damono)

Komentar (1)

Sesungguhnya Allah mencintaimu…

“…Amat sedikitlah kamu mengingat(Nya).” QS An Naml 62

Betapa Allah Maha Tahu akan keadaan hamba-hamba-Nya. Manusia-manusia lemah yang senantiasa khilaf, dengan kondisi iman yang naik turun. Betapa banyak bilangan usia berlalu, namun betapa sedikit nikmat yang berbalas syukur.

Betapa Allah Maha Santun kepada hamba-hamba-Nya. Manusia-manusia yang tak lelah melampaui batas, mendzalimi diri sendiri juga sesamanya. Betapa lembut Allah menyapa, menyentuh setiap hati yang masih mengenal iman walau setitik.

Siapakah yang pernah mengharapkan Aku untuk menghalau kesulitannya
lalu aku kecewakan? 
Siapakah yang pernah mengharapkan Aku karena dosa-dosanya yang besar
lalu Aku putuskan harapannya?
Siapakah pula yang pernah mengetuk pintu-Ku
lalu tak Aku bukakan?

Berbahagialah wahai orang-orang mukmin, sesungguhnya Rabb-mu sangat mengasihimu…

Komentar (6)

Akhir Sejarah Cinta Kita

suatu saat dalam sejarah cinta kita
kita tidur saling memunggungi
tapi jiwa berpeluk-peluk
senyum mendekap senyum

suatu saat dalam sejarah cinta kita
raga tak lagi saling membutuhkan
hanya jiwa kita sudah lekat menyatu
rindu mengelus rindu

suatu saat dalam sejarah cinta kita
kita hanya mengisi waktu dengan cerita
mengenang dan hanya itu
yang kita punya

suatu saat dalam sejarah cinta kita
kita mengenang masa depan kebersamaan
ke mana cinta kan berakhir
di saat tak ada akhir

 

(M. Anis Matta, Lc)

Komentar (5)

Kekuatan Husnudzon

Alkisah di negeri antah berantah hiduplah seorang ayah yang memiliki 2 orang putri. Mereka berdua sebaya, tapi sikap mereka terhadap segala sesuatu sangat berbeda. Putri pertama selalu curiga terhadap segala sesuatu, selalu berburuk sangka, hingga ia pun diberi nama putri su’udzon. Sedangkan putri yang kedua selalu berbaik sangka dalam menghadapi segala sesuatu, maka ia diberi nama putri husnudzon.

Suatu hari ayah mereka ingin memberi kedua putrinya hadiah. Sang ayah tahu bahwa putri pertama sangat menyukai perhiasan, sementara sang adik sangat menyukai kuda. Dibelikannya kalung yang sangat mahal dan indah untuk sang kakak. Sedangkan untuk sang adik, sang ayah ingin menguji, ia hanya memberi satu kotak tahi kuda.

Apa yang terjadi?

Ketika putri su’udzon diberi kalung indah tersebut, sama sekali tidak ada senyum di wajahnya, bahkan keningnya mengernyit. “Jangan-jangan ini kalung imitasi, atau… sepertinya kalung ini sudah dicoba oleh ribuan leher, ahh… kado yang sangat menyebalkan, seharusnya aku sendiri yang memebelinya agar aku yakin.” gerutunya. Tidak ada ucapan terima kasih, tidak ada pancaran kegembiraan, yang ada hanyalah tampang asam dan kecut.

Ketika giliran putri huznudzon yang diberi kotak hadiahnya yang berisi tahi kuda, tiba-tiba saja ia berteriak luar biasa kencang dan girangnya. “Ayaaah…. oh ayaaaahhh….. terimakasiiiih… ayah sembunyikan di mana kudanya? Ayolah katakan padaku… ayah sembunyikan di mana kuda untukku?”

Sang ayah pun tersenyum, betapa bahagianya ia melihat putri bungsunya itu bergembira hanya dengan sebuah kado sekotak tahi kuda, bahkan mengira sang ayah telah menyembunyikan kado yang sesungguhnya, yaitu seekor kuda. Demi memenuhi prasangka baik putrinya dan demi melihat kebahagiaan di wajah putrinya itu, sang ayah pun akhirnya benar-benar memberikannya seekor kuda.

 

Pelajaran apa yang bisa kita petik dari cerita di atas?

Bahwa kita tidak akan mendapatkan lebih dari apa yang kita sangkakan.

Jangan sampai kalung indah dan berharga yang Allah hadiahkan untuk kita, kita sambut dengan muka masam dan selalu bersikap penuh curiga, sehingga kalung itu tak lebih bagaikan kalung imitasi yang tak berharga bagi kita. Padahal banyak sekali saudara-saudara kita di luar sana yang mendapat “sekotak tahi kuda” dari Allah, tapi karena mereka berprasangka baik, mereka bersyukur, dan Allah memang Maha Pengasih dan Maha Kaya, akhirnya Allah pun memenuhi prasangka baik mereka itu…

Apa yang kita dapatkan adalah buah dari pikiran kita.

Then, think positive!

 

Diolah dari Siap-Siap Nikah – Syamsa Hawa

Komentar (8)

STR oh STR…

Quick update sebelum saya pergi.

Setelah menunggu selama 5 bulan setelah lulus sekolah profesi dan hampir 3 bulan setelah UKDI, akhirnya hari ini STR saya sudah datang :D Tapi ada salah ketik di kartunya jadi semua berkas harus saya kirim balik ke Jakarta D:

Alhasil STR itu berada di tangan saya hanya beberapa jam saja…

Salah siapa?

Komentar (4)

Tulisan yang Lebih Tua »