Mari sedikit bernostalgia tentang pelajaran geografi kita di masa sekolah :)

Bumi tempat kita berpijak ini berbentuk hampir bulat, tidak benar-benar bulat seperti yang sudah jamak kita pahami karena sebenarnya bumi agak pipih di bagian atas (Kutub Utara) dan di bagian bawahnya (Kutub Selatan). Bumi berotasi alias berputar pada dirinya sendiri dengan kecepatan 1.669 km/jam. Kita tidak merasakannya karena kita pun ikut berputar bersama-sama dengan bumi. Selain itu, bumi bersama planet-planet lainnya juga berputar mengitari matahari sebagai pusatnya, yang kesemuanya ini disebut dengan tata surya.
Di alam semesta ini terdapat triliunan bintang seperti matahari kita, dan setiap 100 miliar bintang membentuk gugusan yang kita sebut sebagai galaksi. Galaksi di mana bumi bertempat adalah Bimasakti, di sebelahnya ada Andromeda, dan seterusnya, ada miliaran galaksi di jagad raya. Dan tidak berhenti sampai di situ, setiap 100 miliar galaksi masih membentuk gugusan lagi yang disebut Superkluster. Dan seterusnya dan seterusnya, jagad semesta ini masih belum diketahui batasnya…
Belum bisa membayangkan seberapa luasnya alam semesta ini?
Mari kita coba mengitung, berapa jarak gugusan bintang-bintang itu? 100 tahun cahaya. 1000 tahun cahaya. 1 juta tahun cahaya. Dan terjauh yang berhasil ditemukan oleh para ilmuwan adalah 10 miliar tahun cahaya. Ya, cahaya yang berkecepatan 300.000 km/detik itu saja membutuhkan waktu 10 miliar tahun… Sungguh jarak yang tidak terbayangkan dalam kehidupan kita!
Betapa luasnya alam semesta ini sehingga bumi bagaikan tak lebih dari sebutir debu di antara padang pasir alam semesta. Dan di atas bumi yang seperti sebutir debu itulah 5 miliar manusia hidup dengan segala aktivitas dan kesombongannya! Masya Allah, kita ini benar-benar tidak ada apa-apanya. Begitu kecil… begitu kecil kita di hadapan Allah Sang Penguasa Langit dan Bumi… dan betapa dahsyatnya, betapa luar biasanya kekuasaan Allah Azza wa Jalla.
Sungguh, masih pantaskah kita berjalan dengan angkuhnya di muka bumi?
Sumber:
Agus Mustofa – Pusaran Energi Ka’bah
http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi
ardi berkata
Mengetahui bahwa kita ini “terlalu kecil” membuatku gemar astronomi saat SMA…….
ndarieindah berkata
Saya dulu juga suka banget, sampai terpikir jadi astronot :D