Alkisah di negeri antah berantah hiduplah seorang ayah yang memiliki 2 orang putri. Mereka berdua sebaya, tapi sikap mereka terhadap segala sesuatu sangat berbeda. Putri pertama selalu curiga terhadap segala sesuatu, selalu berburuk sangka, hingga ia pun diberi nama putri su’udzon. Sedangkan putri yang kedua selalu berbaik sangka dalam menghadapi segala sesuatu, maka ia diberi nama putri husnudzon.
Suatu hari ayah mereka ingin memberi kedua putrinya hadiah. Sang ayah tahu bahwa putri pertama sangat menyukai perhiasan, sementara sang adik sangat menyukai kuda. Dibelikannya kalung yang sangat mahal dan indah untuk sang kakak. Sedangkan untuk sang adik, sang ayah ingin menguji, ia hanya memberi satu kotak tahi kuda.
Apa yang terjadi?
Ketika putri su’udzon diberi kalung indah tersebut, sama sekali tidak ada senyum di wajahnya, bahkan keningnya mengernyit. “Jangan-jangan ini kalung imitasi, atau… sepertinya kalung ini sudah dicoba oleh ribuan leher, ahh… kado yang sangat menyebalkan, seharusnya aku sendiri yang memebelinya agar aku yakin.” gerutunya. Tidak ada ucapan terima kasih, tidak ada pancaran kegembiraan, yang ada hanyalah tampang asam dan kecut.
Ketika giliran putri huznudzon yang diberi kotak hadiahnya yang berisi tahi kuda, tiba-tiba saja ia berteriak luar biasa kencang dan girangnya. “Ayaaah…. oh ayaaaahhh….. terimakasiiiih… ayah sembunyikan di mana kudanya? Ayolah katakan padaku… ayah sembunyikan di mana kuda untukku?”
Sang ayah pun tersenyum, betapa bahagianya ia melihat putri bungsunya itu bergembira hanya dengan sebuah kado sekotak tahi kuda, bahkan mengira sang ayah telah menyembunyikan kado yang sesungguhnya, yaitu seekor kuda. Demi memenuhi prasangka baik putrinya dan demi melihat kebahagiaan di wajah putrinya itu, sang ayah pun akhirnya benar-benar memberikannya seekor kuda.
Pelajaran apa yang bisa kita petik dari cerita di atas?
Bahwa kita tidak akan mendapatkan lebih dari apa yang kita sangkakan.
Jangan sampai kalung indah dan berharga yang Allah hadiahkan untuk kita, kita sambut dengan muka masam dan selalu bersikap penuh curiga, sehingga kalung itu tak lebih bagaikan kalung imitasi yang tak berharga bagi kita. Padahal banyak sekali saudara-saudara kita di luar sana yang mendapat “sekotak tahi kuda” dari Allah, tapi karena mereka berprasangka baik, mereka bersyukur, dan Allah memang Maha Pengasih dan Maha Kaya, akhirnya Allah pun memenuhi prasangka baik mereka itu…
Apa yang kita dapatkan adalah buah dari pikiran kita.
Then, think positive!
Diolah dari Siap-Siap Nikah – Syamsa Hawa
Infinite Justice berkata
dalam sekali jeng… dan sungguh suatu pembelajaran yang bagus, penyentil yang efektif… meski pada kenyataannya, berpola fikir positif terus-menerus itu susah… atau mungkin berfikir positif itu perlu, namun bersikap tetap waspada itu kudu…
ndarieindah berkata
kalo dipanggil jeng enaknya mbales manggil apa yah?
ya wajar, karena sebagian besar prasangka manusia itu ke arah dosa, yang jelek2 melulu. makanya butuh usaha untuk bisa think positive.. di zaman sekarang waspada memang perlu, musuh kita kan nggak cuma syaiton aja tapi juga ada dari golongan manusia ;P
Infinite Justice berkata
oh hiya… jadi ingat;
AKU ADALAH PERSANGKAAN HAMBAKU…
ndarieindah berkata
tepat sekali (^_^)b
Gandi Wibowo berkata
Husnudzon itu sangat berat dilakukan mba.. Tapi saya setuju kalau itu memang harus dilakukan..
Terimakasih atas artikelnya yang sudah ngingetin.. Terus terang, sewaktu baca artikel ini saya sedang berburuk sangka terhadap seseorang :D
Salam kenal mba
ndarieindah berkata
Berat bukan berarti tidak mungkin. Menghentikan rokok juga berat kok tapi bukan tidak mungkin ;3 (semangaaaat mas gandi!!)
Sama2 mas, kita semua saling mengingatkan, semoga menjadi orang yang lebih baik lagi. Salam kenal juga :D
ade dahli berkata
saya suka kalo banyak kawan2 yg rajin menebar ‘epos’ (energi positif) sebab barang siapayang mengajarkan ilmu yg manfaat maka pahalanya akan terus mengalir ketika setiapap yang membaca dapat memanfaatkanya, trims ya LANJUTKAN !
ndarieindah berkata
jazakumullah komentar dan semangatnya =)
lagi rehat dulu dari nulis, mudah2an kelak bisa dilanjutkan lagi dan bisa lebih baik, amiin
dzaatil husni berkata
saya izin copas yaaa…. makasih :) berguna banget wat sy