suatu saat dalam sejarah cinta kita
kita tidur saling memunggungi
tapi jiwa berpeluk-peluk
senyum mendekap senyum
suatu saat dalam sejarah cinta kita
raga tak lagi saling membutuhkan
hanya jiwa kita sudah lekat menyatu
rindu mengelus rindu
suatu saat dalam sejarah cinta kita
kita hanya mengisi waktu dengan cerita
mengenang dan hanya itu
yang kita punya
suatu saat dalam sejarah cinta kita
kita mengenang masa depan kebersamaan
ke mana cinta kan berakhir
di saat tak ada akhir
(M. Anis Matta, Lc)
Infinite Justice berkata
ewww… bagus banget ya jeng hajjah… yang bikin Anis Matta ya? kurang lebih sama terpananya saya sama pas pertama kali mendengar ulasan makna tembang Yaa Badratim yang ternyata memuji Kanjeng Nabi…
ndarieindah berkata
aduuuh jgn panggil hajjah dong.. malu! iya yang bikin ust. Anis Matta.
btw boleh tahu lebih jauh tentang Yaa Badratim? :)
Infinite Justice berkata
Yaa Badratim kurang lebih menyenandungkan mengenai kilau rembulan jeng… dan siapakah yang berkilau bak rembulan selain Kanjeng Nabi?
Yaa Badratim ini pernah diulas oleh salah satu da’i, diacara tembang religi yang dibawakan oleh Al Zastrouw dan dengan diiringi oleh gamelan Ki Ageng Ganjur di TVRI Jakarta…
Infinite Justice berkata
anuu… possibly relatednya ada satu tuh yang bikin saya penasaran; nikah… udah hampir nyebar undangan ya bu hajjah? :mrgreen:
ndarieindah berkata
waduh, siapa bilang udah hampir nyebar undangan? saya memang mau nikah… tapi sapa juga yang nggak mau? ;)