Akhir Sejarah Cinta Kita

suatu saat dalam sejarah cinta kita
kita tidur saling memunggungi
tapi jiwa berpeluk-peluk
senyum mendekap senyum

suatu saat dalam sejarah cinta kita
raga tak lagi saling membutuhkan
hanya jiwa kita sudah lekat menyatu
rindu mengelus rindu

suatu saat dalam sejarah cinta kita
kita hanya mengisi waktu dengan cerita
mengenang dan hanya itu
yang kita punya

suatu saat dalam sejarah cinta kita
kita mengenang masa depan kebersamaan
ke mana cinta kan berakhir
di saat tak ada akhir

 

(M. Anis Matta, Lc)

5 Komentar »

  1. ewww… bagus banget ya jeng hajjah… yang bikin Anis Matta ya? kurang lebih sama terpananya saya sama pas pertama kali mendengar ulasan makna tembang Yaa Badratim yang ternyata memuji Kanjeng Nabi…

    • ndarieindah berkata

      aduuuh jgn panggil hajjah dong.. malu! iya yang bikin ust. Anis Matta.

      btw boleh tahu lebih jauh tentang Yaa Badratim? :)

      • Yaa Badratim kurang lebih menyenandungkan mengenai kilau rembulan jeng… dan siapakah yang berkilau bak rembulan selain Kanjeng Nabi?

        Yaa Badratim ini pernah diulas oleh salah satu da’i, diacara tembang religi yang dibawakan oleh Al Zastrouw dan dengan diiringi oleh gamelan Ki Ageng Ganjur di TVRI Jakarta…

  2. anuu… possibly relatednya ada satu tuh yang bikin saya penasaran; nikah… udah hampir nyebar undangan ya bu hajjah? :mrgreen:

    • ndarieindah berkata

      waduh, siapa bilang udah hampir nyebar undangan? saya memang mau nikah… tapi sapa juga yang nggak mau? ;)

Pengumpan RSS untuk komentar di postingan ini · URI Lacak Balik

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.