Posts Tagged Salim A. Fillah

Cinta Bersujud di Mihrab Taat

Suatu malam, sebuah kapal perang berlayar menembus kabut, begitu Henry Cloud berkisah dalam bukunya, Integrity. Beberapa saat kemudian sebuah cahaya pucat muncul tepat di arah yang ditujunya. Ketika kapal itu terus maju, cahaya menjadi lebih terang dan kapten kapal melangkah ke arah kemudi untuk memeriksa situasi. Saat itulah radio berbunyi, “Perhatian, memanggil kapal dengan 18 knot di arah 220 derajat, segeralah ubah arah Anda.”

Sang kapten menghampiri radio dan menjawab, “Di sini kapal di arah 220 derajat. Anda yang harus mengubah arah Anda!”

“Negatif, Kapten. Anda yang yang ubah arah!”

“Saya Laksamana Angkatan Laut Amerika Serikat”, sahut sang kapten mulai marah, “Siapa Anda?!”

“Saya letnan muda di penjaga pantai Amerika Serikat, Pak..”

“Kalau begitu saya perintahkan Anda untuk mengubah arah!”

“Tidak Pak. Saya sarankan Anda yang ubah arah.”

“Kami adalah kapal perang dalam tugas”, sang Laksamana naik pitam, “Saya perintahkan Anda ubah arah sekarang juga!”

“Kami mercusuar Pak!” kata sang letnan muda.

Begitulah. Syari’at Allah tertegak agung bagai mercusuar bagi kita dalam melayari kehidupan. Kita tak bisa memintanya mengubah arah ketika kita dilanda gejala menabraknya. Kitalah yang harus mengubah arah kita. Kitalah yang harus cerdas mengelola kemudi diri. Hingga cinta pun bersujud di mihrab taat. Inilah jalan cinta para pejuang.

 

Dikutip dari Jalan Cinta Para Pejuang, by Salim A. Fillah

Tinggalkan sebuah Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.